Rabu, 10 April 2013

GITARIS KLASIK INDONESIA



ANDRE INDRAWAN HALIM

Lahir di Bandung. Belajar pada gitaris Belanda Jos Bredie, John Legoh, Iqbal Taher dan Iwan Irawan. Masuk Akademi Musik Indonesia (sekarang Jurusan Musik di Institut Seni Indonesia Yogyakarta) pada tahun 1981 lulus pada tahun 1986. Tahun 1994 menyelesaikan studi Master dalam bidang ilmu-ilmu Humaniora dengan minat kajian etnomusikologi di UGM dengan predikat Cum-Laude. Tahun 2000 mendapat gelar Master of Music di bidang teaching and performance dari The University of Melbourne Australia. Tahun 1997 Meraih kualifikasi performance tertinggi di bidang gitar klasik dari Yamaha Music Foundation dan diploma Licentiate in Music Australia (LMusA) dari AMEB.
Prestasinya antara lain juara 1 kompetisi gitar klasik se-Jawa Barat (1976), Festival Gitar Indonesia di Jakarta (1977 dan 1995), Surabaya (1978) dan 2nd South East asian Guitar Festival di Bangkok Thailand (1978)
Debutnya pertama dilakukan di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki. Ia merupakan gitaris Indonesia pertama yang menampilkan Concierto de Aranjuez bersama Nusantara Chamber Orchestra di Hotel Hilton Jakarta tahun 1991. Tahun 1999 pernah menampilkan recitalnya di Gryphon Gallery dan Melba Hall, The University of Melbourne. Tahun 1996 bersama Rahmat Raharjo membentuk Yogyakarta Guitar Duo.
Menjadi dosen gitar di Institut Seni Indonesia dan pengajar di YMI.

RAHMAT RAHARJO

Lahir di Ambon tahun 1974. Belajar gitar klasik sejak usia 12 tahun di YMI Yogyakarta. Guru gitar pertamanya adalah M. Nasrun. Setamat SMA belajar pada Andre Indrawan di Institut Seni Indonesia dengan minat utama musikologi. Tahun 1999 memperoleh diploma Licentiate in Music Australia dari Australian Music Examination Boards (AMEB). Karena menang pada Spanish Guitar Awards tahun 2001 ia mendapat beasiswa untuk belajar gitar pada Josep Henriquez di Granollers Conservatory of Music, Barcelona, Spanyol. Beberapa kali menjadi solis dari ISI Symphony Orchestra. Bersama Anton Asmonodento, Dhany Soesanto dan Setyobudi R. Situmorang membentuk Jawadwipa Guitar Ensemble. Bersama Andre Indrawan membentuk Yogyakarta Guitar Duo. Prestasinya antara lain tiga kali Grand Prize (1992, 1996, 1999) pada Festival Gitar Indonesia dan empat kali juara 2 pada fesival yang sama (1990, 1994, 1995, dan 1997). Juara 1 Spanish Guitar Awards tahun 2001 yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta.
Menjadi dosen gitar di Institut Seni Indonesia dan pengajar di YMI.

JUBING KRISTIANTO

Lahir di Semarang 9 April 1966. Belajar gitar pertama dari orang tuanya. Usia 15 tahun belajar pada Hartono Lukito. Menjadi juara Festival Gitar Yamaha Indonesia sebanyak 4 kali (1987, 1992, 1994, dan 1995). Meraih Distinguished Award Yamaha South East Asian Guitar Festival 1984 di Hongkong. Jubing adalah lulusan Jurusan Kriminologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Sebelum memutuskan menjadi gitaris profesional pada bulan Juli 2003, dia bekerja sebagai reporter dan editor Tabloid NOVA. Sebelumnya, tahun 2001 ia ikut mendirikan kelompok Gitaris Kantoran.
Kini ia adalah pengajar dan penguji gitar di Yayasan Musik Indonesia. Sejak tahun 2004 menjadi penguji tamu bidang gitar di Yayasan Pendidikan Musik. Sebagai gitaris, Jubing bergabung dalam Kwartet Punakawan bersama pianis Jaya Suprana, bassis Heru Kusnadi dan perkusionis Junaedi Musliman. Ia juga terlibat dalam penggarapan album maupun pementasan musikalisasi puisi Sapardi Joko Damono oleh kelompok Dua Ibu bersama gitaris Umar Muslim.
Komposisi dan aransemen gitar karya Jubing sebagian ditampilkan di www.oocities.com/jubing. Salah satunya, “Capuccino Rumba”, dimuat di majalah gitar Amerika Serikat "Soundboard" edisi XXVII No 1 Tahun 2000. Oktober 2005 kamus gitar yang ia susun diterbitkan PT Gramedia dengan judul “Gitarpedia”.

GITARIS KANTORAN

Julukan yang diberikan wartawan Kompas dalam tulisan tentang sekelompok pegawai kantor yang hobi main gitar dan kemudian mengorganisir sendiri konser mereka pada tahun 2001. Mereka adalah Jubing Kristianto, Daniel Tjahja, Erfan Suryobuwono, Iwan Susanto, dan Rudi Hamid.

SUDIRMAN LEMAN

Sudirman Leman mulai belajar musik pada usia 10 tahun di Yayasan Pendidikan Musik. Pendidikan lanjutannya dilakukan di Universitas Musik dan Seni Drama, Graz, Austria, di bawah bimbingan Prof Dr Leo Witoszynskyj. Witoszynskyj sendiri pernah jadi murid gitaris legendaris Andres Segovia dan Luise Walker. Pada bulan Juni tahun 2000 ia menyelesaikan program Mastef of Arts-nya.
David Russel dari Inggris, sempat mengatakan tentang Sudirman, "Ada musik yang mengalir dari jemarinya, satu seni yang halus..."

IWAN TANZIL

Lahir tahun 1963. Ia mulai bermain  gitar pada umur 14 tahun. Guru-gurunya di Indonesia antara lain Johny Legoh dan Rainer Wildt. Selesai SMA tahun 1983, ia melanjutkan studi musik di Hochschule der Kuenste Berlin ( Sekolah Tinggi Seni Berlin) di bawah  bimbingan Mariangeles Sanchez Benimeli (murid Andres Segovia dan Emilio Pujol), kemudian pada Prof. Martin Rennert.
Selama belajar dia aktif mengikuti masterclass dari gitaris-gitaris top dunia antara lain Javier Hinojosa (spesialis musik Renaisans dan Barok), Vladimir Mikulka, Angelo Gilardino, Roberto Aussell, dan Manuel Barrueco.
Tahun 1988 ia menyelesaikan studinya di bidang Concertguitar dan melanjutkannya ke jenjang "Kuenstlerische Reifeprüfung" (Ujian kematangan seorang artis / Concert Diploma) yg diselesaikan tahun 1991. Keduanya lulus dengan pujian (with Honour).
Tahun 1989, dalam  usia 26 tahun ia menjuarai kompetisi gitar international Concorso Internazionale La Conquista della Chitarra Classica di Milano, Italia. Sejak itu ia aktif konser berkeliling Jerman, Polandia, Italia, Spanyol, Korea Selatan, Jerman, dan juga Indonesia. Di konsernya ia juga memainkan musik Renaisans dan Barok dengan menggunakan instrumen aslinya seperti vihuela dan gitar Barok/Renaisans. Ia telah membuat 5 CD, di antaranya album karya komplet Heitor Villa-lobos.
Pujian untuk konser dan rekamannya mengalir dari dari majalah Gitarre und  Laute (Jerman dan edisi Jepang), Classical Guitar London (Inggris), Les Cahier de la Musigue (Perancis), Guitar Aktuel (Jerman), Seicorde (Italia), juga dari berbagai kritikus musik di surat-surat kabar di banyak negara Eropa, Afrika, dan Asia.
Sebagai gitaris konser, Tanzil bekerja sama dengan banyak komposer terkenal seperti: Nikita Koshkin (Rusia), Bredemeyer , Von Schweinitz, Stahmer (Jerman ), Carlo Domeniconi (Italia), Jaime M. Zenamon (Brazil), Il Ryun Chung (Korea), dan masih banyak lagi. Dari kerja sama ini lahir berbagai karya untuk gitar yang khusus ditulis (dedication) untuknya. Tanzil juga menjabat sebagai editor di perusahaan penerbitan musik terkemuka Edition Margaux /Verlag Neue Musik (Berlin), AMA Verlag (Brühl), dan Musik Verlag Vogt und Fritz  (Schweinfurt).

ANTON ASMONODENTO

Lahir 9 juni 1974. Belajar gitar pada Setyobudi R. Situmorang, Rahmat Raharjo dan andre Indrawan. Lulusan Teknik Arsitektur dan Magister Management Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Tahun 1999 menyelesaikan Guitar Performing Grade VIII dan Music Theory Grade V Australian Music Examination Boards. Finalis Spanish Guitar awards 2001 di Jakarta.Personel Jawadwipa Guitar Ensemble. Pengajar gitar di Wisma Musik Amabile Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar