Hukum
aksi-reaksi (Hukum Newton III), kapal uap juga menggunakan konsep hukum
III Newton. Mesin kapal uap memberikan gaya aksi dengan menyemburkan
gas keluar lewat belakang kapal dan gas tersebut memberikan gaya reaksi
dengan mendorong kapal ke depan.
Bunyi
hokum Newton III: “Jika suatu benda mengerjakan gaya pada benda kedua
maka benda kedua tersebut mengerjakan juga gaya pada benda pertama, yang
besar gayanya = gaya yang diterima tetapi berlawanan arah”. Perlu
diperhatikan bahwa kedua gaya tersebut harus bekerja pada dua benda yang berlainan.
F aksi = - F reaksi
Tekanan uap adalah suatu uap pada kesetimbangan dengan fase bukan uapnya.
Massa
jenis adalah pengukur massa setiap satuan volume benda. Semakin tinggi
massa jenis suatu benda maka semakin besar pula massa setiap volumenya.
Rumus untuk menentukan massa jenis adalah
m = massa,
V = volume.
Perpindahan
kalor pada kapal uap termasuk jenis perpindahan kalor secara konveksi.
Perpindahan kalor secara konveksi terjadi pada zat cair dan gas dan hal
ini terjadi karena adanya perbedaan massa jenis dalam zat tersebut.
Rumus perpindan kalor:
dengan ketentuan:
= Massa zat (Gram, Kilogram)
= Kalor jenis (Joule/kilogram°C, Joule/gram°C, Kalori/gram°C)
= Perubahan suhu (°C) → (t2 - t1)
Alat dan bahan :
ü Gabus
ü Kaleng bekas minuman
ü Lilin
ü Kawat
ü Koin/ seng
ü Baskom
ü Air
Cara pembuatan :
1. Buat dasar kapal dari gabus dengan ukuran 25x10 cm,
2. Potong kawat dengan panjang 35 cm 2 buah sebagai penyangga untuk kaleng,
3. Potong
lilin ukuran kecil disesuaikan dengan tinggi penyangga kawat dan lilin
tersebut disimpan dibawah kaleng dengan menggunakan alas koin/ seng, dan
4. Susunlah semua bahan membentuk kapal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar